“Alkuturasi Budaya Dalam Semangkuk Bubur Ase"
Ketika mendengar kata “bubur” yang terlintas di pikiran kita adalah bubur tinutuan, bubur khas Cirebon, Sukabumi atau bubur daerah daerah yang lainnya. Hidup di Jakarta tak membuat warganya kenal dan tahu akan keberadaan bubur khas Jakarta. Padahal bubur ini terkenal akan kelezatannya, namun sayang bubur ini semakin lekang oleh zaman. Bubur ini bernama bubur ase. Bubur ase jika dibandingkan dengan bubur khas Sukabumi, Cirebon ataupun Cianjur sangatlah berbeda. Bubur pada umumnya berisikan topping ayam suwir, cakwe, kacang tanah, lalu ada kecap dan kerupuk/emping sebagai pelengkap. Namun bubur ase sesuai dengan namanya ( Asinan Semur ) memilki topping tahu,telur atau daging semur, tauge, asinan sayur, mentimun, kacang goreng serta kerupuk/emping sebagai pelengkap. Selain bermakna asinan semur, banyak orang yang juga mengatakan bahwa ase berasal dari kata AC ( dibaca ase ) yang berkonotasi dingin, karena memang bubur ini disajikan dingin. Dalam semangkuk bubur ase mengandung banyak k...